Berawal dari komen di Instagram

Sebuah perjalanan yang berawal dari saling komen di sosial media Instagram lalu lanjut ke Whatsapp.  Aku sebagai orang yang suka dolan ke tempat wisata Magelang untuk mereview dan juga foto – foto yang kemudian aku posting ke sosial media aku. Aku sudah lama sekali ingin sekali dan penasaran dengan yang namanya Sukomakmur. Sering kali berseliweran di beranda Instagram aku. Sempat waktu itu mau kesana namun nyasar akhirnya tidak sampai an putar balik.

Lanjut dari percakapan di whatsapp tersebut aku mengajak untuk main ke Sukomakmur Magelang. Dan aku diminta keterangan tentang apa potensi yang bisa digali disana. Karena aku kenal dengan salah satu pengelola Desa Wisata Sukomakmur ini dengan mudah aku mendaparkan informasi.

Perjalanan Seru Menuju Sukomakmur

Tidak pakai lama aku melanjutkan percakapan di whatsapp dan menentukan hari untuk datang berkunjung ke Desa Wisata Sukomakmur Magelang. Tanggal 18 Oktober 2021 aku dan 2 orang teman berkunjung ke Sukomakmur. Dan seperti biasa, aku adalah orang yang ngakunya traveler tapi gak bisa naik motor sendiri kalau sampai puncak dan jauh. Akhirnya aku mbonceng teman dan dalam perjalanan yang sangat menanjak motor rasanya keberatan membawa kami berdua.

Aku ke Sukomakmur melalui jalan Wisata Nepal Van Java, jadi ketika sampai di persimpangan ambil arah kiri ikuti plang tulisan Sukomakmur. Dan ternyata itu merupakan sejalur jalan keluar/pulang ketika dari wisata Nepal Van Java. Ya kami hanya muter dan mencari jalan yang Panjang. Akhirnya ketika sampai di pasar salah satu temanku bertanya untuk arah ke Sukomakmur dan lanjut perjalanan. Woow, jalannya memang sangat ngeri dan nanjak langsung tikungan, jalan masih corblok beton kecil.

Disambut Cuaca Cerah di Sukomakmur

Tapi tak lama kemudian kami sampai diperkampungan Desa Sukomakmur yang berada di lereng Sumbing itu. Pagi itu sekitar pukul 07:00 WIB cuaca sangat cerah, gunung Sumbing pun tampak begitu jelas dan gagah. Namun aku tidak langsung naik tapi menemui seorang teman yang tadi aku bilang seorang pengelola Desa Wisata Sukomakmur ini. Ternyata dia belum siap lalu kami naik ke spot Terasering Sitegong/perkebunan loncang.

Dari parkiran menuju ke spot lumayan jauh jadi memang harus naik motor. Ketika sampai di parkiran cuaca masih cerah namun sudah ada sedikit kabut yang datang. Teman aku sudah siap setting drone untuk membuat footage video drone, aku sibuk dengan selfie dan videoin pemandangan dan satu lagi teman sibuk pesan kopi dan gorengan untuk properti video. Tapi seketika itu hanya dalam hitungan menit kabut pun menutup keindahan dan kegagahan gunung Sumbing. Fotage drone dan video serta foto yang kami buat berlatar belakang kabut.

Setelah itu kami bertika bersantai menikmati suasana dan juga kopi. Syahdu dan benar -benar nyaman dan tenang. Tempat ini cocok banget buat orang yang ingin bebas dari keramaian kota dan hiruk pikuk kota. Ya kata anak jaman sekarang sih cocok buat self healing.

Sharing is Caring

Tak lama kemudian teman aku menyusul dan ikut ngobrol dengan kami bertiga. Ya sebut saja mbak Rini, dia adalah temanku yang juga salah satu seorang yang mengelola Wisata Desa Sukomakmur ini. Banyak sekali cerita tentang Sukomakmur yang dia bagikan kepada kami. Tak terasa kami ngobrol dengan asiknya, kabut semakin tebal menyelimuti kami.

Setelah sharing, waktunya teman saya membuat konten. Afiy sebagai cameramen, mas Koga sebagai pewawancara dan aku sebagai tim hore. Suasana saat itu lumayan sepi karena bukan hari libur. Wawancara mengalir begitu saja dan banyak hal yang diceritakan oleh mbak Rini tentang Sukomakmur. Dia mengatakan bahwa Terasering Sitegong ini akan dibuat brand “Negeri Sayur Sukomakmur”. Tujuannya untuk mengedukasi wisatawan yang datang ke Sukomakmur agar tidak hanya berfoto – foto saja. Namun bisa  belajar menanam sayur bahkan  membuat sayur kering. Untuk cerita lengkapnya ada di Instagram @visitmagelang.id.

Terima Kasih Desa Wisata Sukomakmur

Setelah wawancara, kami lanjut untuk mengambil footage untuk bahan pembuatan video. Karena banyak hal disini yang bisa digali dan diceritakan melalui sebuah video. Tak terasa waktu sudah siang dan kami bertiga lanjut mampir ke rumah mbak Rini dengan tujuan untuk ambil footage sayur kering. Namun, masih tetap lanjut ngobrol sampai kemana-mana topik obrolannya. Karena ternyata di Sukomakmur ini sangat menarik.

Dan kami bertiga sampai diajak makan siang bersama sambil lanjut ngobrol lagi. Benar – benar luar biasa sekali. Sungguh pengalaman yang mengesankan. Tak lama kemudian kami bertiga pamit undur diri. Terima kasih Sukomakmur.