Sebagai orang yang suka traveling tapi kerjaanya dari Senin sampai Jumat harus dalam ruangan terus aku harus pandai membagi waktu dan memanfaatkan waktu weekend dengan baik. Weekend bagi ku sebuah kebahagiaan bisa berkeliling suatu tempat hanya untuk refreshing atau hanya sekedar hangout bersama teman.
Weekend tanggal 7-8 Maret 2020 aku menghabiskannya dengan melakukan perjalanan ke Jogja. Aku berangkat dari Jakarta hari Sabtu pagi jam 5:30 dari Stasiun Pasar Senen. Aku lebih suka naik kereta karena bisa dibilang murah dan juga lebih mudah aksesnya. Sekitar 9 jam aku didalam perjalanan sekitar jam 14:20 siang aku sampai di Stasiun Jogja.
Setelah sampai di Jogja aku langsung menuju ke jalan Malioboro. Aku berjalan menyusuri Jalan Malioboro dan menuju ke Lumpia Samijaya yang banyak orang bilang enak banget dan harus dicoba. Wah tak disangka ternyata antrinya sangat panjang, aku pesan dan menunggu panggilan. Jujur saja memang benar rasanya enak, harganya murah dan bikin kenyang. Lumpia Samijaya ini terletak di sebelah Hotel Mutiara di Jalan Malioboro.
Setelah itu aku melanjutkan perjalanan ke rumah teman aku yang sudah aku kontak sebelumnya untuk singgah bermalam disana. Pagi hari tanggal 8 Maret 2020 hujan turun diseluruh Jogjakarta. Tapi aku tetap melakukan perjalanan untuk explore Jogja dalam sehari bersama Ardes tour Indonesia. Sekitar pukul 04:00 pagi aku dijemput mobil Ardes tour dan bersama 3 teman yang mau ikut explore.
Dengan keyakinan penuh kami tetap menuju ke destinasi- destinasi yang sudah ditentukan. Rencana awal kami ingin ke Bukit Panguk untuk melihat sunrise, Pinus Asri, Songgo Langit, Pinus Pengger. Perjalanan menuju ke Bukit Panguk masih gelap dan hujan deras. Jalan yang kami lewati sangat bekabut. Tour leader kami tetap dengan semangat mengemudi melewati kabut. Sekitar pukul 05:00 WIB kami sampai di parkiran wisata Bukit Panguk. Karena masih hujan kami bergegas menuju ke warung yang ada disana. Kami membeli sarapan dan minum untuk menghangatkan tubuh, sambil nunggu hujan reda.
1. Bukit Panguk
Waktu berlalu jam menunjukkan pukul 06:00 WIB. Dalam suasana masih sedikit gerimis kami masih tetap melanjutkan mencari spot foto dengan background hamparan kabut yang indah. Berbagai angle kami dapatkan. Di wisata ini tiap spot harus membayar lagi antara 3 ribu sampai 5 ribu. Destinasi ini indah jika untuk menikmati hairnya sang mentari pagi yang muncul dari ufuk timur. Dan kami semua hari ini kurang beruntung hanya mendapatkan kabut saja. Di lokasi wisata ini terdapat fasilitas toilet, warung makan, mushola dan parkiran. Setelah puasa menikmati kabut kami melanjutkan ke destinasi berikutnya.
2. Pinus Mangunan
Sekitar pukul 07:00 WIB kami segera meninggalkan tempat ini dan menuju ke Pinus Mangunan untuk mengejar foto kabut yang muncul dari sela-sela pohon pinus. Beberapa menit kemudian kami sampai tujuan. Mobil berhenti diparkiran kami segera turun dan menuju ke loket untuk masuk ke lokasi. Tiket masuk Pinus Mangunan 3 ribu rupiah per orang. Didalam sudah bisa foto sesuka hati dan sepuasnya. Kami berempat foto bersama dengan latar belakang pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi dengan balutan kabut yang dramatis. Banyak yang bilang kalau susah mendapatkan moment seperti ini. Dan kami beruntung. Tidak beruntung mendapatkan kehangatan mentari pagi di bukit Panguk namun mendapatkan kabut di hutan Pinus. Tentu tempat ini dilengkapi dengan fasilitas parkir motor dan mobil, mushola, toilet dan juga warung.
3. Wisata Songgo Langit

Destinasi selanjutnya adalah Wisata Songgo Langit. Sesungguhnya hanyalah sebuah hutan yang didesain menjadi sebuah objek wisata. Terdapat spot yang disebut Rumah Seribu Kayu dan juga ada panggung hiburan juga. Dari parkiran untuk menuju ke Rumah Kayu harus melintasi jembatan kayu klasik dan menarik untuk berfoto. Waktu itu sisa-sisa air hujan yang membasahi tanah masih ada dan membuat jalan menuju ke spot demi spot sangat licin. Terdapat banyak sekali spot foto dengan nama yang berbeda-beda dan aku hanya foto di dua spot saja. Tidak terlalu lama kami foto dan menikmati sejuknya udara didalam hutan ini. Kami kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan.
4. Jurang Tebelan
Awalnya destinasi ini tujuan kedua setelah Bukit Panguk. Suasana dan kondisi yang tidak memungkinkan membuat kami mengambil alih destinasi lain terlebih dahulu. Dan akhirnya setelah sang mentari sedikit memperlihatkan diri dari balik kabut dan langit mendung. Kami menuju ke Jurang Tebelan. Disini aku naik diatas rumah pohon dan menikmati indahnya hamparan perbukitan yang hijau membentang. Sangat memanjakan panca inderaku. Semilir angin menghempas rambut aku dan lewat begitu saja. Aku menikmatinya. Kemudian kuarahkan lensa kamera ke hamparan hijaunya pemandangan itu. Kutangkap gambar yang indah. Tak lupa kami foto-foto dan juga mengambil video. Banyak pilihan spot yang ada disana. Wisata ini terletak di Dusun Kanigoro, Mangunan, Dlingo, Yogyakarta.
5. Pinus Pengger
Lumayan jauh dibanding dengan destinasi lainnya. Pinus Pengger terletak di Kecamatan Patuk Gunung Kidul, Yogyakarta. Setelah beberapa menit perjalanan mobil melesat sampai di lokasi wisata. Sangat ramai wisata ini, banyak bus pariwaisata, mobil dan juga motor parkir dengan rapi. Tak lupa aku ganti kostum dan ambil aksesori untuk foto. Kami berjalan meuju loket dan masuk. Dibawah puluhan bahkan ratusan pohon pinus yang sangat sejuk, kami berjalan menuju ke spot yang banyak orang ketahui yaitu spot telapak tangan. Ternyata antri untuk mendapatkan foto dispot ini. Dan kami berempat mendapat nomor urut ke 9. Kemudian kami menikmati sejuknya dibawah pohon-pohon dan juga foto bersama.
6. Air Terjun Kedung Kandang
Kami hampir mengakhiri perjalanan hari ini. Tiba tiba tour leader kami menawarkan untuk mengajak ke satu destinasi lagi yang tidak tercantum dalam list objek wisata yang akan dikunjungi. Beliau menceritakan keindahan didestinasi itu, kami tertarik mendengar cerita itu dan menyetujui untuk lanjut. Melihat waktu juga masih siang dan masih banyak waktu. Dengan cepat melesat mobil menuju ke Air Terjun Kedung Kandang. Perjalanan menuju lokasi lumayan panjang sekitar 30 menit. Pukul 12:23 WIB kami sampai. Kemudian seperti biasa hampir setiap destinasi aku ganti baju dan juga ganti aksesori buat foto. Kali ini karena mau main air aku pakai celana pendek dengan tantop putih. Kami berlima bersama sama menyusuri jalan yang lumayan susah dan terjal. Sekitar 20 menit untuk sampai di air terjun. Melewati hamparan sawah yang luas membentang, melewati air yang mengalir dan juga track yang lumayan curam. Luar biasa kami semua berhasil melewatinya. Sepanjang perjalanan hari ini dan destinasi ini yang menurut aku sungguh menarik dan seru. Karena pada dasarnya aku juga suka tracking dan suka tantangan. Akhirnya sampai ke sumber air yang disebut Kedung Kandang. Air berwarna cream mengalir dengan derasnya. Suara deruan air mengalir mengalihkan perhatian kami. Sungguh luar biasa indah ciptaan Tuhan. Satu per satu kami gantian untuk berfoto dengan latar belakang air terjun yang mengalir. Tour leader kami yang memfoto kami, karena beliau yang tau angle angle yang bagus dan juga berani mengambil posisi yang susah. Setelah lelah foto-foto kami kembali naik ke parkiran. Istirahat sejenak sambil memindah foto-foto dari kamera ke smartphone.
Beberapa saat kemudian kami kembali ke kota. Sekitar pukul 15:30 WIB kami sampai di Stasiun Yogyakarta. Saya dan salah satu teman turun disini, dan yang dua lagi masih melanjutkan perjalanan untuk mampir ke Pusat oleh-oleh Yogyakarta. Beda dengan aku dan satu teman aku malah berfoto-foto di depan Stasiun Yogyakarta dan Plang di jalan Malioboro. Setelah itu kami berdua mampir ke Café favorit kalo ke Jogja yaitu Loko café. Kami pesan makan dan minum dan sambil ngobrol bercerita. Aku pamit duluan karena harus membeli oleh-oleh terlebih dahulu di Stasiun. Aku pamit dan meninggalkan temanku yang masih duduk menikmati makanannya.
Sampai disini cerita perjalanan aku ke Yogyakarta bareng Ardes Tour. Aku cek-in dan menunggu kereta di kursi tunggu. Pukul 18:17 WIB kereta Gajah Wong menuju Stasiun akhir Pasar Senen melaju. See you again Yogyakarta.